Tuesday, March 27, 2012

PERATURAN PEMERINTAH TENTANG BAHAN TAMBAHAN PANGAN

Sejenak kita coba lihat Undang-undang  yang mengatur tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP).
Sebenarnya peraturan tentang bahan tambahan pangan yang boleh maupun yang dilarang oleh departemen kesehatan diatur dengan Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722/Menkes/Per/IX/1988.  
Dari Peraturan tersebut BTP digolongkan ke dalam 11 jenis sebagai berikut :
  1. Antioksidan ( Antioksidant).
  2. Antikempal ( Anticacking Agent ).
  3. Pengatur Keasaman ( Acidity Regulator ).
  4. Pemanis Buatan  ( Artificial Sweetener ).
  5. Pemutih dan Pematang Tepung ( Flour Treatment Agent ).
  6. Pengemulsi, Pemantap dan Pengental ( Emulsifier, Stabilizer, Thickener ).
  7. Pengawet ( preservative ).
  8. Pengeras ( Firming Agent ).
  9. Pewarna ( Colour ).
  10. Penyedap rasa dan Aroma, Penguat Rasa ( Flavour ; Flavour enhancer ).
  11. Sekuestran (sequestrant) / pengikat logam. 
Bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam menurut Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/1988 dan No 1168/Menkes/Per/X/1999 sebagai berikut :
  1. Natrium Tetraborat  ( Borax)
  2. Formalin (Formaldehyde)
  3. Minyak Nabati yang di Brominasi/ Brominated vegetable oil.
  4. Kloramfenikol ( Chlorampenicol )
  5. Kalium Klorat  ( Potassium Chlorate )
  6. Diethil pirokarbonat  (Diethyl Pyrocarbonate, DEPC)
  7. Nitrofurazon (Nitrofurazon)
  8. P-Penetilkarbamida ( P-Penethylcarbamide, dulcin,4-ethoxy phenil uea)
  9. Asam Salisilat dan Garamnya ( salicylic acid and its salt)
Menurut Permenkes  No 1168/Menkes/Per/X/1999, ada tambahan bahan yang tidak diperbolehkan untuk makanan yaitu: Rhodamin B (pewarna merah), Methanyl Yellow (pewarna kuning), Dulsin (pemanis sintesis) dan Potassium Bromat (pengeras).
Sumber tulisan :
  • Buku panduan Pengolahan pangan yang baik  Bagi Industri Rumah Tangga yang di susun oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Fardiaz, MSc. 
  • Website BPOM
  • www.agri.sucofindo.co.id

No comments: