Wednesday, May 9, 2012

BERBAYAKAH TAWAS DIPAKAI UNTUK MEREBUS BAKSO?

TAWAS sering digunakan untuk merebus bakso, Berbahayakah Penggunaan TAWAS PADA BAKSO? karena penggunaan TAWAS PADA BAKSO  diyakini bisa membuat pentol bakso akan lebih halus permukaannya dan tidak mudah penyok. 

Pertanyaannya amankah TAWAS yang digunakan untuk merebus bakso, bagi kesehatan kita?

Sebelum menjawab hal tersebut, melalui situs www.bengkelbakso.com ini, Ayo kita lihat beberapa penelitian berikut :


Tawas memiliki struktur KAl(SO4)2 atau dalam bentuk dodecahidrat sebagai KAl(SO4)2•12(H2O). secara umum tawas digunakan sebagai deodorant, karena memiliki sifat astringent dan antiseptik. Tawas juga digunakan sebagai penjernih air karena dapat mengendapkan kotoran di dalam air.

Menurut Nurrahman dan Isworo (2002), disebutkan bahwa pemberian tawas pada air untuk merendam ikan sebelum diasapkan bertujuan agar ikan yang dihasilkan menjadi lebih putih, kenyal, kompak, kesat, mengurangi rasa pahit dan bau amis. 
Pada penelitian Harobi dan Yusrin (2005), disebutkan bahwa ikan yang direndam dengan larutan tawas dengan konsentrasi 4% -12% selama 30 menit hingga 120 menit, daging ikan akan menyerap alumunium sebanyak 0.226-0.413 ppm. Proses pengasapan selama 4 jam diketahui tidak dapat mengurangi konsentrasi alumunium di dalam daging ikan.

Selain itu tawas juga digunakan untuk pengolahan manisan lidah buaya, campuran pembuatan bihun agar tidak rapuh dan berwarna putih, menghitamkan kacang hijau bahan isi bakpao (Haribi dan Yusrin 1995).

Menurut (ACROS 2005), Tawas termasuk bahan kimia yang masuk klasifikasi berbahaya, yang dapat menyebabkan kerusakan parah pada kesehatan apabila terhirup, tertelan, atau terserap malalui kulit. Apabila terkena mata akan menyebabkan irritasi mata, apabila terkonsumsi akan menyebabkan iritasi organ pencernaan.


Menurut Guyton and Hall (1997), Dilihat dari struktur kimianya tawas mengandung logam berat alumunium yang dalam bentuk ion sangat beracun apabila terkonsumsi dalam jumlah berlebihan. Paparan alumunium berlebih dapat merusak organ detoktifikasi yaitu hati.

Ada 2 hal yang kita tangkap dari beberapa penelitian di atas:
  1. Tawas memang memberikan manfaat bila dipakai untuk bahan tambahan makanan. Tanpa melihat aspek bahaya bagi kesehatan.
  2. Penelitian lain menyebutkan, Tawas berbahaya untuk kesehatan, karena Tawas atau Alum adalah logam yang sangat beracun bagi tubuh, dan bisa menyebabkan kerusakan Hati.
Saya secara pribadi mengikuti penelitian yang menyebutkan TAWAS adalah berbahaya bagi tubuh.

Alasannya, saya memang selalu menghindar atau bahkan sangat ketakutan dengan apa yang di sebut LOGAM BERAT contohnya Merkuri (Hg), Timbal  (Pb) dan lain-lain, mereka adalah penyebab utama kanker, atau sering disebut karsinogenik.
Ingat Tragedi teluk Minamata di Jepang, penduduk di teluk Minamata mengalami penyakit aneh tanpa tahu sebabnya selama beberapa generasi, turun temurun. Sampai suatu ketika ada seorang dokter yang menemukan penyebab utama penyakit itu adalah Merkuri (Hg), Ternyata Merkuri (Hg) terkandung dalam daging Ikan hasil tangkapan nelayan dari teluk Minamata, yang dikonsumsi masyarakat nelayan di sekitar teluk tersebut. Pembuangan limbah logam Merkuri (Hg) ke teluk tersebut oleh salah satu pabrik disekitar teluk tersebut menjadi sebab terjadinya penyakit aneh di teluk Minamata. 


Kembali ke Tawas atau Aluminum Sulfat memiliki rumus kimia Al2 (SO4)3.18 H2O. Meskipun logam Aluminium (Al) tidak termasuk logam berat, tetapi kandungan Al dengan konsentrasi yang tinggi dapat bersifat toxic, beracun. Kadar Al yang tinggi di dalam darah akan menyebabkan berbagai masalah seperti anemia, disfungsi ginjal dan disfungsi hati. Di sisi lain bila unsur Al tertimbun dalam jumlah banyak di otak akan menyebabkan orang kehilangan memori, mudah pusing, gangguan keseimbangan badan, Alzheimer, dan mudah gugup. Bahkan kadar Al yang tinggi dalam tubuh manusia dalam waktu yang lama bisa menyebabkan kerusakan DNA. Kadar Aluminium Mximum di dalam air minum yang diijinkan oleh Permenkes RI nomor 416 adalah 0,2 mg/L. Untuk menjernihkan air diperlukan bahan sedimentasi yang bersifat alami sebagai pengganti tawas untuk menghindari bahaya toxisitas Aluminium terhadap tubuh kita. (Suparno, Ph.D, 2 juni 2012)





Bagi para pembaca, silahkan anda meyimpulkan sendiri dengan logika anda sendiri, mengenai Tawas untuk merebus bakso.
Jangan ikuti saya ya, simpulkan sendiri, karena itu adalah pendapat saya pribadi...hehehehe


Semoga bermanfaat
ditulis oleh : Pak gun

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan sumber tulisan dari GUNAWAN BENGKEL BAKSO dan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut "

3 comments:

Anonymous said...

Posting yang menarik,
cuma yg jadi pertanyaan, bagaimana dengan air PDAM, yang selama ini menjadi sumber air bagi ahmpir seluruh rakyat indonesia...?
Apakah pemer**tah sengaja meracuni rakyatnya sendiri dg memberi minuman dg penjernih Tawas ?
Belum lagi dg minuman berbotol plastik spt A**a dan yang lainya . . ?

gaharuhijau said...

informasi yang bagus

Yusuf Anshori said...

Pak Gun, apakah ada pengganti tawas dari bahan yang alami?